Pentingnya Mengajarkan Kisah Nabi Ibrahim Secara Singkat Kepada Anak

Pentingnya Mengajarkan Kisah Nabi Ibrahim Secara Singkat Kepada Anak

Ada banyak sekali kisah-kisah islami yang dapat dipetik pelajarannya dan diberitahukan kepada anak-anak kita. Salah satunya tentu saja yang berasal dari kisah nabi Ibrahim. Ada banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita temukan dari cerita beliau.

Sayangnya tak banyak orang tua yang menyadari akan hal itu. Jarang dari mereka yang menceritakan kembali kisah nabi kepada si buah hati. Oleh karenanya, agar menambah wawasan, mari simak cerita singkat dari nabi Ibrahim di bawah ini!

Masa Kecil Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim kecil lahir pada masa kekuasaan Raja Namrud. Raja tersebut memiliki sifat yang egois dan kejam, ia menetapkan peraturan bahwa jika ada bayi laki-laki yang lahir maka hendaklah bayi tersebut dibunuh agar tak ada yang mampu menggantikan dirinya sebagai raja.

Namun, tak kehabisan akal, ibu dari Nabi Ibrahim akhirnya memutuskan untuk mengasingkan putranya ke hutan dan membuatnya tumbuh menjadi sosok yang tangguh. Sampai waktunya beliau kembali ke tengah masyarakat yang pada saat itu sedang senang-senangnya menyembah berhala.

Dianugerahi Pemikiran yang Kritis

Sejak kecil Nabi Ibrahim telah tumbuh menjadi sosok yang tak hanya tangguh, tapi juga cerdas dan berpikiran kritis. Hal ini membuatnya melakukan sebuah cara untuk menjadikan masyarakat kembali ke jalan yang benar. Yakni dengan menghancurkan berhala-berhala yang masyarakat sembah ketika itu.

Tentu saja ini menuai amarah dari Raja Namrud, akan tetapi karena pemikirannya yang cerdas, Nabi Ibrahim mampu menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh raja tersebut. Memang tidak mudah untuk menyadarkan sebegitu banyaknya masyarakat yang menyembah berhala.

Apalagi ternyata ayahnya sendiri pun merupakan salah satu orang yang ikut dalam membuat patung-patung berhala tersebut. Namun, berkat kegigihan dan kecerdasannya, akhirnya banyak masyarakat yang sadar bahwa apa yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim adalah kebenaran.

Kisah perjuangan Nabi Ibrahim tidak berhenti sampai di sana. Karena banyak pengorbanan yang beliau lakukan, salah satunya mengorbankan anaknya yang bernama Ismail atas dasar perintah Allah SWT melalui mimpi. Tanpa ragu beliau memenuhi permintaan tersebut.

Namun, karena melihat kesungguhan dan ketaatan dari Nabi Ibrahim, akhirnya tubuh Ismail digantikan dengan seekor domba jantan yang membuat Nabi Ibrahim berhasil memotong tenggorokan domba tersebut dalam sekali gerakan cepat. Inilah yang di kemudian hari kita kenal sebagai Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban.

Kisah dari Nabi Ibrahim di atas bisa dijadikan sebagai ajaran parenting islami. Di mana dari kisah tersebut anak akan belajar bahwa memiliki pemikiran yang kritis dan cerdas itu sangat penting. Selain itu, ketaatan terhadap Allah SWT juga harus senantiasa dilakukan dalam kondisi apapun. Yakin bahwa Allah akan selalu memberikan bantuan dibalik cobaan yang ada.

Others